Kisah Nyata Saat Berhaji : Air Wudhu di Mesjid Nabawi Wangi Seperti Parfum

Setelah beberapa waktu lalu menyajikan miracle mengenai kisah nyata berangkat umroh setelah bersedekah, kini umroh termurah di Semarang, Madinah Iman Semarang akan menyajikan cerita kebesaran allah, yang dialami oleh seseorang yang melaksanakan ibadah haji. Kisah ini dinukil dari media kompasiana. Semoga cerita ini menjadi inspirasi kita semua untuk meyakini kebersaran allah dan keajaiban keajaiban yang terjadi dalam ibadah haji dan umroh.

Seorang teman, sebut saja H. Fulan, bercerita. Dulu sebelum menunaikan ibadah haji dia seorang preman. Dia katakan, tidak ada dosa besar apalagi dosa kecil yang tidak pernah dia lakukan. Kita mengerti siapa dia, tak perlu ditanyakan apa dosa-dosanya selama ini. Suatu hari dia insaf dan ingin bertobat. Bagaimana caranya?. Seorang teman menyarankan agar dia naik haji saja. Dia kaget. Apa dia pantas pergi haji?. Bukankah dia penuh dosa?.

Dia takut berangkat haji walaupun biayanya cukup. Tapi setelah diyakinkan teman, bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta Maha Pengampun kepada umat-Nya, dan Allah sangat senang bila ada hamba-Nya yang mau berobat, dia akhirnya berangkat haji. Seorang teman lain menyarankan pada si Fulan, agar saat berada di Madinah unruk melakukan ibadah Shalat Arbain (Shalat Wajib empat puluh waktu-delapan hari) secara berjamaah tanpa tertinggal Takbir Awal bersama Imam, usahakan shalat tahajud di malam Jum’at di Masjid Nabawi. Dia ingat betul saran itu dan ingin melaksanakannya. Pada malam Jumat yang ditunggu-tunggu dia ajak teman yang memberi saran untuk melalukan shalat tahajud di Mesjid Nabawi.

Kebetulan temannya itu sakit, tak jadi ke mesjid. Akhirnya si Fulan berangkat sendiri ke mesjid di tengah malam dengan berjalan kaki dari apartemen tempatnya menginap selama di Madinah. Sesampai di Mesjid Nabawi, dia mengambil wudhu di lantai di bawah tanah. Perlu diketahui bahwa semua WC di sekeliling Mesjid Nabawi ada di bawah tanah, bisa dicapai dengan tangga atau eskalator seperti di super market. Tidak ada orang di sana saat itu, lalu dia duduk untuk mengambil air wudhu. Perlu diketahui bahwa semua tempat mengambil wudhu di Arab Saudi ada tempat duduknya. Tidak seperti Mesjid di Indonesia, orang berwudhu sambil berdiri. Tiba-tiba dia meraskan bahwa air yang mengalir dari keran itu sangat harum baunya.

Dia berfikir, luar biasa sekali Pemerintah Arab Saudi, air keran saja harum seperti parfum. Selama di Madinah, dia selalu mengambil wudhu di tempat pemondokan, baru kali itu di Mesjid Nabawi. Setelah itu dia shalat tahajud dengan khusuk. Bermohon kepada Allah agar segala dosanya diampuni Allah. Saat mulai shalat, jamaah tang shalat tidak banyak. Perlu diketahui, bahwa Mesjid Nabawi hanya buka dari menjelang Subuh sampai jam 10 malam. Jadi kalau mau shalat tahajud di tengah malam, hanya bisa dilakukan di pelataran masjid yang sangat luas. Setelah dia selesai shalat dan berdoa, saat dia bersiap pulang dan berdiri, dan neoleh ke belakang, dia melihat begitu banayk jamaah yang sedang besrzikir dengan pakaian putih dan semua bersorban, Karena dia tak mau mengganggu mereka yang sedang berzikir dia tinggalkan mereka tanpa mengucapkan Salam.

Dia tidak yakin apakah itu manusia atau para Malaikat. Dia kembali ke pemondokan dengan berjalan kaki. Sesampai di pemondokan, kebetulan ada jamaah yang belum tidur atau beru terbangun. Temannya kaget melihat wajahnya yang penuh cahaya. Dia berttanya kepada jamaah itu, apakah air wudhu di Mesjid Nabawi berbau harum?. Setelah dijawab bahwa air di sana tidak harum, dia sangat heran dan penasaran. Keesokan harinya, saat menjelang akan shalat Subuh, dia sengaja tidak ambil wudhu di pemondokan. Dia mau berwudhu di Mesjid Nabawi untuk membuktikan apakah air untuk wudhu itu harum atau tidak. Lalu dia mengambil air wudhu di tempat yang sama dia berwudhu tadi malam.

Ternyata…………………. airnya tidak harum, biasa saja seperti air keran di Indonesia. Dia menyatakan, mudah-mudahan itu merupakan doanya agar dosa-dosanya mendapat ampunan dari Allah. Sejak itu dia bertekad untuk menjadi Muslim yang taat kepada Allah, menjalankan segala perintah Allah, dan menjauihi segala larangnnya. Semoga penulis fdan yang membacanya dengan penuh perhatian, akan diberangkatkan oleh Allah ke Tanah Suci sebelum kembali kepada Allah. Yang sudah pernah pergi haji, bisa berangkat kembali.

Bakaruddin Is

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bakaruddin_is/kejadian-kejadian-luar-biasa-selama-saya-menunaikan-ibadah-haji_55004473a33311e772510412

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*